METODE INKUIRI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI NEGARA BERKEMBANG DAN MAJU BAGI SISWA KELAS IX-1 SMP NEGERI 177 JAKARTA SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2016/2017

Eno Eno

Abstract


Rendahnya mutu dan kualitas pendidikan menjadikan guru dianggap sebagai komponen yang paling berpengaruh karena perannya dalam mendidik dan membina anak didik di lingkungan pendidikan formal. Hal ini tersebut berarti bahwa guru harus berupaya untuk meningkatkan sikap profesionalismenya secara teguh, sehingga guru dapat menjdai pioner utama dalam keberhasilan pendidikan. Guru dituntut untuk lebih bersikap profesional yang senantiasa berusaha mengembangkan kegiatan belajar-mengajar. Pengembangan kegiatan belajar-mengajar tersebut dapat terlihat melalui keterampilan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasi oleh guru adalaha keterampilan memilih dan menentukan metode pembelajaran. Penggunaan  metode yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar akan menyebabkan siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar dituntut agar antara guru dan siswa terjadi interaksi yang efektif. Jika dalam kegiatan kegiatan pembelajaran siswa tidak aktif, maka kegiatan pembelajaran tersebut tidak akan berlangsung dengan lancar dan akibatnya siswa tidak mampu menguasi materi yang disampaikan guru dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran menjadi dasar pokok keberhasilan aktifitas belajar mengajar. Salah satu metode belajar yang bisa mendukung adalah kegiatan pengajaran berbasis inkuiri. Pembelajaran inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: Pembelajaran dengan pengajaran berbasis inkuiri memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (62,50%), siklus II (85,00%), siklus III (100%).


Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: Rineksa Cipta

Ali, Muhammad. (2006). Guru Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung;

Sinar Baru Algesindon

Daroeso, Bambang. (1989). Dasardan Konsep Pendidikan Moral Pancasila.

Semarang: Aneka Ilmu

Djayadisastra, (1981). Metode-Metode Mengajar. Bandung: Angkasa (BelumPunya Anak)

Hadi.Sutrisno. (1982). Metodologi Reseach, Jilid 1. Yogyakarta: YP.Fak. Psikologi UGM

Joyce and Weil. (1986). Models of Teaching Prentice: Prentice/Hall International

Melvin. (1986). L. Siberman. (2004). Active Learning, 101 Cara Belajar SiswaAktif. Bandung: Nusamedia dan Nuansa

Ngalim. Purwanto M. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarta.

Nurhadi, dkk.PembelajaranKontekstual (Contectual Teaching and Learning/CTL) Dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang

(UM Press)

Muhaimin. Strategi BelajarMengajar. Surabaya: CV. Citra Media

Ridwan. (2004). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawandan Penelitian Pemula.

Bandung: Alfabeta

Roestiyah. (1991). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: RinekaCipta

Slamento. (1993). Proses Belajar Mengajar Dalam Proses Kredit Semester. Jakarta:

BumiAksara

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2004). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Surakhmad, Winarno. (2000). Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmar


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Bina Manfaat Ilmu: Jurnal Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.